12 September 2009

MUSIM CERAI (PRT-8)


KASUS-8, Kawin-Cerai, Gaya Hidup Masa Kini

Sewaktu kecil kalau mendengar,......... sekarang musim Dukuh (buah Dukuh), musim Rambutan atau musim Mangga, saya pasti senang, karena buah-buahan tersebut adalah buah favorit kesukaan saya.
Rupanya masa telah berlalu dan berganti, musim buah-buahan tidak mendapat perhatian lagi, karena setiap kali kita ingin buah apapun, tinggal datang ke super market atau toko buah yang menyediakan buah-buahan kesukaan kita, baik buah lokal, terutama buah import.
Sewaktu saya kecil sampai menjelang dewasa (17 tahun), sepertinya kata CERAI, merupakan sesuatu aib yang sangat tabu untuk diketahui oleh pihak lain, selain keluarga.
Sekarang perceraian sesuatu hal yang biasa dan lagi ngtren, sesuatu yang WAH, sensasional dan " kemewahannya ", tidak kalah bahkan lebih heboh dari pesta perkawinannya.
Mereka saling pamer pengacara top, yang dipakai untuk mendampingi di sidang gugatan cerai dan ngurusin harta gono-gini, biaya pengacaranya,......... wah, sungguh luar biasa, kawan saya bilang bisa mencapai angka satu milyard rupiah (masak sich ???).
Saya membayangkan coba uang tersebut diamalkan atau diputar untuk modal kerja UKM, berapa banyak keluarga yang dapat ditolong dan diberi pekerjaan.
Disamping itu apakah bercerai itu enak ?,......... enak mungkin bagi emak dan bapaknya, bisa dapat daun muda lagi,......... tapi bagaimana dengan nasib anak-anaknya,......... bagaimana dengan kondisi kejiwaan mereka ?
Apakah emak dan bapaknya mengerti tentang kejiwaan ?
Lah,.......... mereka disuruh mengerti tentang diri dan pasangan mereka saja tidak bisa,.......... apa lagi disuruh mengerti kejiwaan anak-anaknya.
Kawan saya bilang kepada saya,......... Koh Le Man, kalau you mau ngetop sekarang ini, you cerai in saja you punya wife (istri),......... katanya bercanda tapi serius.
Busyet dech nih orang,......... kalau bukan teman, udah gue gibeng juga dech !!! (kata si Doel).
Waktu kumpul-kumpul dengan teman yang lain, kebetulan ada salah seorang teman yang usianya jauh lebih muda dari kita, dia kasih tahu dua bulan lagi akan menikah,......... salah seorang kawan tertawa keras sekali.
Kita semua sempat heran,......... mengapa mereka tertawa seperti itu dan nampak lucu sekali,.......... apanya yang lucu ?
Setelah puas tertawa dengan mata sedikit berair, dia bilang kepada teman yang hendak menikah, katanya : hari gini mau kawin ?,......... ngapain kawin,......... sekarang bukan musim kawin,......... tapi MUSIM CERAI tau !!!
Semua terdiam sejenak, kemudian semua tertawa geli,......... lucu kali teman kita yang satu ini,......... tapi saya yakin apa yang ditertawakan belum tentu dimengerti.
Dari beberapa client yang saya terapi, dalam kasus rumah tangga dan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), mereka RIBUT BESAR (sudah tidak ada titik temu dan jalan keluarnya), yang mengakibatkan mereka NYARIS BERCERAI.
Ternyata hati kecil mereka tahu dan menyadari bahwa perceraian berdampak sangat buruk khususnya bagi anak-anak mereka dan keluarga kedua belah pihak.
Tapi problem utama, yang membuat mereka harus bercerai adalah :
1, Tidak dapat mengalahkan EGO mereka sendiri
2. Tidak dapat menembus, apalagi menghancurkan Mental Blocking Negatip mereka sendiri.
3. Tidak mampu untuk saling memaafkan dengan tulus dan ikhlas.
4. Sudah tidak mempunyai kepercayaan lagi kepada pasangannya (suami, istri).
5. Sudah tidak tahan lagi karena disakiti terus menerus (kasus KDRT).
6. Tidak dapat mengendalikan Emosi Negatip.
7. Kesalahan yang dilakukan oleh suami atau istri telah berulang kali dilakukan dan terlalu besar.
8. Tidak ada cinta lagi di hati mereka.
9. Alasan lainnya,......... alasan emosional yang tidak prinsip.
(Sebagai referensi, silahkan lihat acara TV : Masihkah Kau Mencintaiku)
Untuk menyatukan mereka kembali seperti sedia kala (saya suka menyebutnya seperti masa pengantin baru), sebenarnya tidak terlalu sulit, asalkan pihak suami maupun istri mau melakukan hal-hal berikut ini :
1. Baik suami maupun istri, bersama-sama (berdua) atau sendiri-sendiri mau mengikuti program Terapi Psikosomatik.
Dari pengalaman saya, banyaknya pertemuan 15 s/d 18 kali pertemuan, a 1,5 jam per kunjungan, seminggu 3 x pertemuan.
2. Harus mengikuti sampai tuntas (selesai 100%), program Terapi tersebut.
3. Berdoa, minta petunjuk dan bimbingan Tuhan, yakini, imani, percayalah Tuhan akan menyatukan kembali keluarga kita.
Selama 3 point tersebut dapat dilakukan dengan tulus dan ikhlas, Tuhan pasti akan membukakan jalan untuk menyatukan kembali seperti semula, seperti masa-masa bahagia dulu, sebelum masalah ini terjadi.
Ingat perceraian jauh lebih menyakitkan dan membuat anak-anak kita mengalami traumatik berkepanjangan, yang sangat merugikan mereka, terutama saat mereka dewasa kelak, juga menyakitkan hati orang tua kita.
Jadi MUSIM CERAI nya lebih baik diganti dengan Musin RUJUKAN dan Musim BERAMAL,.......... amalkan biaya perceraian kita untuk fakir miskin, kaum duafa,......... lebih bermanfaat dunia akhirat bukan ?

27 Agustus 2009

Karakter dan Kepribadian (PL-5)


KASUS-5, Manusia memiliki Karakter dan Kepribadian

Ada beberapa pertanyaan yang sering dilontarkan oleh para client saya, waktu menerapi dan menjelaskan tentang kepribadian dan sikap mental mereka.
1. Kenapa saya lebih banyak bicara tentang Kepribadian, bukan Karakter ?
2. Apakah Karakter itu sama dengan Kepribadian atau berbeda ?
Baiklah,......... saya coba menjawab pertanyaan tersebut diatas dengan bahasa yang umum dan analogi sederhana, mudah-mudahan dapat dipahami oleh semua penggunjuk BLOG psikosomatik-ku dari segala lapisan usia.
1.Jawaban, pertanyaan pertama adalah :
Saya lebih banyak menjelaskan tentang Kepribadian, karena orang yang menderita penyakit Psikosomatik adalah orang yang sakit Kepribadian dan Mentalnya, bukan sakit Karakternya.
Dan yang dapat diubah atau diperbaiki adalah Kepribadian dan Sikap Mentalnya, kalau Karakternya sudah paten, tidak dapat diubah.

2.Jawaban, pertanyaan kedua adalah :
Karakter (Character) tidak sama dengan Kepribadian (Personality)
Character atau Watak adalah sifat atau perilaku yang sudah ada (terbawa) dari sejak kita lahir didunia ini dan Karakter ini bersifat permanen atau tetap dan tidak dapat dirubah.

Analoginya Karakter kita adalah tubuh kita seutuhnya, kalau kita telanjang bulat tanpa sehelai benangpun ditubuh kita, maka yang kita lihat dicermin, mulai dari ujung rambut sampai keujung kaki itulah Karakter kita.
Kepribadian atau Personality asal katanya adalah Persona (bahasa Yunani) yang artinya TOPENG.
Jadi Kepribadian adalah sifat-sifat kita yang dapat kita tentukan dan kita pilih sesuai dengan kesukaan dan keinginan kita.
Kepribadian itu TOPENG, karena TOPENG maka kita dapat memilih sesuka hati kita, TOPENG mana yang hendak kita pakai, TOPENG Malaikat, Setan, Jojon, Zorro, Hitler, Shakira, Brad Pitt dll.
Kepribaian juga analog dengan pakaian atau gaun atau baju yang kita kenakan untuk menutupi tubuh (Karakter) kita.Kita dapat memilih sesuka hati, pakaian atau gaun atau baju yang akan kita kenakan, baik itu modelnya, bahan, motif dan warnanya, juga merek dan harga dari pakaian tersebut.
Itu menunjukan kepada kita semua, betapa besar, sempurna dan kasih Tuhan kepada kita, Dia memberikan Kepribadian untuk melengkapi dan menutupi Karakter kita yang kurang baik atau jelek.
Jadi sebenarnya kita semua tidak perlu lagi takut atas segala kekurangan Karakter kita, karena Tuhan telah memberikan kita Kepribadian yang dapat kita pilih, kita atur dan tentukan sendiri untuk menutupi (menghilangkan) segala kelemahan dan kekurangan pada Karakter kita.
Sayangnya banyak diantara kita yang tidak dapat memanfaatkan secara optimal, bahkan banyak yang tidak tahu bagaimana harus memilih Kepribadian kita, agar matching (sesuai), cocok, serasi dan saling melengkapi dengan Karakter kita.
Analoginya kalau memilih busana dan berdandan kaum hawa adalah juaranya, ia dapat menjadi pesulap handal yang dapat menyulap penampilannya menjadi,.......... oke buuuanget.Begitupun kaum adam, sekarang ini banyak diantara mereka yang tidak kalah dan tidak mau kalah penampilannya dengan kaum hawa.
Sayangnya kalau memilih Kepribadian atau Topeng dan Pakaian untuk Karakternya, banyak sekali yang salah memilih, tidak matching, tidak cocok, tidak serasi dan jelek sekali pilihannya.Dan banyak sekali yang Karakternya tidak berbusana (telanjang bulat) dan kita tidak malu dan tidak tahu malu, walaupun diketahui dan dilihat oleh orang lain.
Coba bayangkan kalau itu tubuh kita, dalam keadaan bugil (telanjang bulat),.......... kita keluar kamar saja, tidak perlu keluar rumah,......... apa yang terjadi ???
Jadi masihkah kita mau bugil atau salah pilih Kepribadian kita,.......... dan sudahkah kamu tahu Karakter dan Kepribadianmu ???





22 Agustus 2009

51 = 15 (PL-4)


KASUS-4, Kepribadian Kanak-Kanak

51 = 15 (baca, 51 sama dengan 15), aneh apa pula maksudnya ?
Tidak mungkin 51 = 15, pakai rumus matematika apapun, tidak akan ada yang membenarkan nya.
Saya yakin kamu semua sependapat dengan tulisan saya diatas,.......... sekali lagi, tidak mungkin 51 = 15,..........iya kan ?
Tapi kalau kita bicara kepribadian, dilihat dari tingkat-tingkat kepribadian (ego state personality), maka, 51 = 15 sangat mungkin terjadi dan banyak terdapat dimasyarakat kita.
Maksudnya 51 = 15 , adalah orang yang usianya 51 tahun, tapi kepribadiannya dan perilakunya seperti anak berusia 15 tahun, bahkan seperti anak yang lebih kecil lagi.
Ayo kita bercermin dan perhatikan juga sekeliling kita,........... berapa banyak orang yang usianya telah dewasa, bahkan orang tua,........... tapi kepribadiannya dan sikap mentalnya, seperti kanak-kanak (usia 4 tahun s/d 10 tahun, paling tua 15 tahun).
Itulah sebabnya masyarakat kita mudah di provokasi, mudah diadu domba, mudah digombalin, mudah tawuran, tidak konsisten, tidak tepat janji, tidak disiplin, tidak tanggung jawab,......... dll.
Itu semua karena masyarakat kita banyak yang memiliki kepribadian kanak-kanak, kecenderungannya kanak-kanak murni.
Apa penyebabnya ???
Penyebab utamanya adalah salah didik (kesalahan orang tua dan keluarga kita).
Mengapa demikian ?
Karena banyak orang tua dan keluarga terdekat dari anak tersebut, yang saking sayang dan cintanya, mereka tetap menjadikan anaknya,........... kanak-kanak terus, walaupun usia anak tersebut sudah bukan kanak-kanak lagi.
Akibatnya kepribadian yang dominan (sangat dominan) dari anak tersebut adalah kanak-kanak.
Apakah kepribadian kanak-kanak itu jelek ?
Jawabnya sama sekali tidak jelek, karena setiap manusia yang normal atau tidak cacat kepribadiannya, dia pasti memiliki kepribadian kanak-kanak.
Kepribadian kanak-kanak, banyak yang berhasil dan suskses, di dunia akting, perfilman, bisnis hiburan, promotion, PR, bisnis kreatif, marketing, Sales dll
Yang jelek adalah kepribadian kanak-kanak yang kecenderungannya kanak-kanak murni.
Apa sih maksudnya kepribadian kanak-kanak murni ?
Maksudnya adalah sifat kanak-kanaknya sangat dominan, artinya dalam beraktivitas sehari-hari pikirannya dikuasai oleh sifat kanak-kanaknya (seperti judul diatas 51 = 15).
Orang-orang yang memiliki kepribadian kanak-kanak murni, termasuk orang yang menderita penyakit mental dan kepribadian yang disebut Psikosomatik.
Sipenderita biasanya tidak sadar, tidak tahu dan tidak mau tahu akan penyakitnya,......... yang menderita justru orang-orang dekat disekitarnya.
Yang lebih membahayakan,.......... penyakit tersebut lama-kelamaan dapat menular kepada orang lain, dimulai dari rumah tangganya (anak dan istri), keluarga dan teman-teman dekatnya.
Penyakit tersebut akan menghancurkan dan sangat merugikan kita dalam segala bidang, tanpa kita sadari,.......... itulah salah satu ciri utama penyakit Psikosomatik.
Banyak penderitanya yang tidak sadar dan tidak mengetahui bahwa dia menderita penyakit Psikosomatik, berbeda dengan penyakit fisik, misalnya demam, diare, sakit gigi dll, kita langsung merasakannya dan kita segera cari obat untuk menyembuhkannya.
Tapi penderita penyakit Psikosomatik, tetap tenang, cool, cuek, EGP, walaupun dia menderita penyakit yang sangat membahayakan mental dan kepribadiannya,.......... sudahkah kita tahu kesehatan mental dan kepribadian kita ?



21 Agustus 2009

eh,.......... Copot, Copot, Copot (PL-3)


KASUS-3, LATAH - Penyakit apakah itu ?

Beberapa teman dan client saya bertanya LATAH, itu penyakit apa sih ?
Kenapa kok orang bisa LATAH ?
Saya jawab, LATAH itu bukan penyakit dan tidak ada penyakit yang namanya LATAH.
Lah,.......... kok banyak orang yang LATAH ???
Bahkan LATAH nya,.......... Heeboh Buanget, segala macam kata-kata yang mengerikan dan kata-kata kotor keluar semua,........... ich sadis deh dengerin nya.
Betul sekali, orang yang LATAH lama kelamaan, LATAH nya semakin parah dan jika dikagetin atau digodain, LATAH nya akan terus, terus dan terus, tidak dapat di hentikan selama yang godain tidak berhenti atau dengan kata lain selama ada stimulus atau rangsangan dari luar, yang mengakibatkan dia LATAH, maka LATAH nya tidak akan berhenti.
Tapi kenapa orang bisa LATAH, kalau itu bukan penyakit ?
LATAH itu memang bukan penyakit dan tidak ada orang yang punya penyakit LATAH dari sejak kecil.
Orang bisa LATAH karena kebiasaan buruk yang namanya LATAH dibuat sendiri, kemudian dengan senang hati dalam suatu kondisi tertentu, LATAH nya itu diulangi terus-menerus.
Apa akibatnya ?
Akibatnya LATAH tersebut terekam diotaknya dan lama kelamaan masuk kedalam pikiran bawah sadarnya, jadi yang tadinya hanya iseng-iseng doang, sekarang LATAH nya jadi bersifat permanen.
Akibatnya begitu dia menerima stimulus dari luar dengan kondisi tertentu, misalnya kaget atau dikagetin, maka LATAH nya langsung keluar.
Jika kondisinya telah demikian, barulah orang tersebut disebut menderita penyakit Psikosomatik- LATAH.
Bagaimana cara menyembuhkannya, yang paling efektif dia harus mengikuti terapi Psikosomatik, untuk menyembuhkan LATAH nya.
Makanya kita semua harus sadar dan hati-hati dengan perilaku kita, jangan memelihara kebiasaan dan perilaku yang buruk dan negatip.
Jika hal itu telah terekam dan masuk kepikiran bawah sadar kita, sangat sulit sekali untuk menghilangkannya,.......... hati-hatilah, Setan LATAH siap menerkam kita.


17 Agustus 2009

EWUH PAKEWUH (PL-2)


KASUS-2, EWUH PAKEWUH Penyakit Kronis SDM kita

Ewuh Pakewuh atau Sungkan atau tidak berani melakukan sesuatu hal karena malu atau tidak enak kepada seseorang, karena suatu alasan yang tidak prinsip.
Ewuh Pakewuh atau Sungkan merupakan salah satu penyakit kronis kepribadian bangsa kita, banyak sekali masyarakat kita yang Ewuh Pakewuh atau Sungkan, khususnya masyarakat dari daerah.
Pasti kamu juga tahu, masyarakat dari daerah mana yang rasa Sungkannya tinggi ?,.......... jadi untuk daerah-daerah tertentu EWUH PAKEWUH atau SUNGKAN telah menjadi budaya atau gaya hidup.
Saking Sungkannya akal sehat dan nalarnya sudah tidak berfungsi lagi, mereka rela gagal dan hancur kariernya, pekerjaannya, pergaulannya, rumah tangganya hanya karena EWUH PAKEWUH atau SUNGKAN.
Saya yakin dan percaya banyak diantara pengunjung BLOG psikosomatik-ku yang juga menderita penyakit Psikosomatik yang disebut EWUH PAKEWUH atau SUNGKAN.
Kecenderungan penderita Psikosomatik Ewuh Pakewuh atau Sungkan adalah :
- Tidak Percaya Diri, Ragu-Ragu, Malu-Malu.
- Tidak tegas, tidak berani beragumentasi, malu bertanya, selalu menjawab iya, munafik.
- Pasif, tidak punya inisiatif, pasrah dan produktifitasnya rendah.
Dari pengalaman saya menerapi beberapa client seperti tersebut diatas, baik pria maupun wanita, mereka adalah orang-orang yang gagal hidupnya, mereka hanya sekedar menjalani hidup ini (pasrah), padahal client saya itu rata-rata pendidikannya S1 dari perguruan tinggi ternama.
Tapi kesarjanaannya tidak terlihat sama sekali, kerja dikantor juga posisinya rendah dan tidak pernah dipromosi naik jabatan.
Salah satu contoh kasus, Juni 2009, saya punya satu orang client wanita, single, usia 39 tahun, kelahiran Jateng, anak pertama dari dua saudara, S1 Ilmu Sosial, lulusan Univ. Negeri di Jawa Tengah (salah satu Universitas terbaik dinegeri ini), lulus S1, Mei 1998 sampai dengan saat ini telah 11 tahun bekerja di beberapa perusahaan dan GAGAL semua, sampai saat ini biaya hidupnya masih dibantu oleh orang tuanya.
Untuk client yang satu ini, terapi yang saya lakukan bukan hanya memperbaiki kepribadian dan sikap mentalnya saja, tetapi juga penampilan fisiknya.
Karena penampilannya sangat jelek, walaupun wajah dan fisiknya tidak buruk, agar kita semua punya gambaran yang lebih jelas, saya beri nilai saja.
Wajah dan tubuhnya saya beri nilai 6,0 tapi penampilannya saya beri nilai 3,5 penampilannya seperti rumah tua yang lapuk, kumuh, kotor dan kacau balau (saya menyebutnya seperti rumah Dracula).
Jadi penampilannya saya ubah total, mulai potongan rambutnya, cara dandan, pakaiannya (model dan warna pakaian), karena orangnya sangat keras kepala, maka sangat tidak mudah bagi saya untuk dapat meyakinkan dan merubah persepsinya.
Penyakit Psikosomatik EWUH PAKEWUH atau SUNGKAN dan lainnya yang terkait juga dihilangkan dari pikirannya.
Selesai terapi, informasi yang saya terima dari client adalah sbb :
- 10 orang dari 12 orang teman dekatnya, bilang dia berubah total (positip)
- Pecaya Diri nya meningkat, malu-malunya banyak berkurang, terutama Ewuh Pakewuhnya.
- Jalannya tidak bungkuk lagi seperti dulu.
- Penampilannya sekarang,.......... wow keren dan cantik
- Satu lagi, tapi rahasia ya, sekarang dia pun mulai tidak malu-malu lagi dengan cowok.
Jadi client saya telah bangun dari tidur panjangnya dan menjadi seorang wanita dengan penampilan baru, kepribadian dan sikap mental yang baru pula,........... coba dari dulu tidak EWUH PAKEWUH atau SUNGKAN, pasti ceriteranya berbeda,.......... jadi masih maukah kamu memelihara dan beternak EWUH PAKEWUH ???

DEPRESI (PL-1)


KASUS-1, STRESS - FRUSTRASI - DEPRESI

Dalam keadaan perekonomian negara kita yang sedang krisis, sedang sakit, banyak orang yang menjadi stres dibuatnya.
Penyebab stres sebenarnya sangat beragam, mulai dari masalah pribadi, rumah tangga, keluarga, pekerjaan, karier dll.
Sebenarnya stres itu tidak berbahaya dan merupakan reaksi yang normal dari tubuh kita, karena kita sedang menghadapi masalah yang terbilang cukup pelik dan berat.
Yang paling penting bagi kita adalah membuat agar stres tersebut tidak berkepanjangan dan segera dapat menangani stres tersebut.
Beberapa client saya ternyata tidak dapat menangani stres tersebut (stres berkepanjangan), akibatnya ia mulai frustasi atau mengalami kekecewaan yang amat berat karena gagal atau tidak berhasil menangani masalahnya.
Frustasi yang berkepanjangan akan mengakibatkan DEPRESI, jika kita DEPRESI maka keluarganya harus segera membawa orang tersebut kepada ahlinya, agar sipenderita dapat segera diterapi, jangan dibiarkan, karena akan sangat membahayakan OTAK sipenderita DEPRESI, lama-lama yang bersangkutan menjadi GILA.
Gejala orang DEPRESI adalah sbb :
- Terjadi ganguan daya ingat.
- Tidak bisa konsentrasi, kerjanya amburadul.
- Kemampuan berpikirnya menurun drastis.
- Mulai bersifat tidak wajar (aneh, tidak seperti biasa).
- Minder, takut ketemu orang, mengurung diri.
- Murung, sedih, kehilangan rasa gembira dan humor, ingin cepat mati dll.
- Gangguan pada kesehatan dan daya tahan tubuhnya menurun.
Itulah gejala yang timbul pada client saya yang mengalami DEPRESI, mudah-mudahan dengan membaca tulisan saya ini, para pengunjung BLOG psikosomatik-ku mendapat gambaran yang cukup, tentang apa itu STRES-FRUSTRASI dan kita harus bertindak cepat mengatasi penyakit Psikosomatik tersebut, ingat jangan sampai terlambat,.......... menyesal kemudian tiada berguna.

08 Agustus 2009

SUSAH JODOH (KK-7)

KASUS-7, Perawan Tua dan Bujang Lapuk

Dizaman IT (Information Technology) seperti sekarang ini, dimana kehidupan metropolis sudah sangat modern dan sangat individual, saya tetap yakin dan percaya kalau saya bertanya kepada kamu yang masih JOMBLO (single), dengan pertanyaan berikut ini, pasti jawabanmu tidak ada yang mau dan bersedia.
Apa pertanyaannya,.......... pertanyaannya adalah sebagai berikut :
Siapa yang mau dan ingin menjadi Perawan Tua (untuk kaum hawa) dan Bujang Lapuk atau Perjaka Tua (untuk kaum adam) ?
Kalau ada yang mau, pasti cita-citamu akan kesampaian,.......... mengapa demikian ?
Karena kamu akan menjadi seperti apa yang kamu pikirkan.
Dalam membantu para sahabat mengatasi Psikosomatik nya, baik yang terkait dengan Problem Rumah Tangga (PRT) dan masalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), akhirnya konsultasi dan terapinya berkembah kemasalah Jodoh, Perjodohan dan Perkawinan.
Beberapa client menanyakan pendapat saya kenapa dia sulit sekali mendapat pasangan hidup, dan juga sering menanyakan karakter dan kepribadian pasangannya, cocok tidak dengan dia ?
Kali ini kisah nyata yang saya tulis dan bagikan kepada para sahabat pengunjung BLOG Psikosomatik, fokus seperti judul diatas SUSAH JODOH.
Ada beberapa client saya, wanita yang usianya sudah sangat cukup untuk berkeluarga alias menikah (usia telah diatas 35 tahun).
Dia mulai kuatir menjadi perawan tua, waktu saya mulai bincang-bincang dengannya, lagi-lagi saya melihat bahwa wanita tersebut tidak jelek, bahkan termasuk cantik, body nya oke (cukup sexy), pendidikannya S1 (bahkan ada beberapa S2), komunikasinya oke (komunikatif), penampilannya oke, anak orang berada,.......... jadi apalagi dong kekurangan mereka ?
Waktu saya gali lebih dalam dan lebih jauh lagi, mulai terlihat jelas karakter, kepribadian, sikap mental dan perilaku dari wanita tersebut.
Semua itu tidak lepas dari keluarganya, lingkungannya (habitatnya), budaya, norma-norma yang ditanamkan oleh keluarganya, pergaulannya dll, itu semua yang membuat wanita tersebut sangat sulit mendapatkan pasangan yang serasi dan sesuai dengan harapannya (dan atau harapan orang tuanya).
Inner beauty nya sangat buruk, ia sombong, angkuh, mau menang sendiri, tidak toleran, gayanya sangat high class, memandang rendah, egois, menganggap sepele dll.
Itulah yang membuat ia beberapa kali ditinggalkan oleh pacar-pacarnya,.......... ingat non populasi wanita didunia ini empat kali lipat lebih banyak dari pria.
Saya juga suka mengamati keponakan-keponakan saya (khususnya yang wanita), ada keponakan saya tiga bersaudara, pertama dan kedua perempuan, ketiga laki-laki.
Adiknya nomer dua telah menikah lebih dahulu (sekarang sudah punya anak dua), kakaknya sampai sekarang belum menikah, beberapakali putus pacar, pendidikan S2, cantik, lebih cantik dari adiknya, wanita karier yang cukup sukses, pergaulannya luas (adiknya kuper), kerjanya didunia intertainment,.......... tapi kenapa ya, ia sulit dapat jodoh, walaupun usianya sudah sangat cukup ?
Kesimpulannya sama, mereka semua lebih memperhatikan kecantikan fisik, penampilan, pendidikan, karier, tapi mereka lupa mendevelop kepribadian, sikap mental, perilaku mereka atau inner beauty mereka.
Begitu juga dengan client-client pria yang menjadi Perjaka Tua atau Bujang Lapuk, kasusnya sama dengan Perawan Tua, cuma perbedaan lainnya, mereka lupa membuat target dan tanamkan dalam pikirannya, kapan mereka akan mengakhiri itu semua.
Jadi untuk kasus-kasus seperti ini yang dapat saya bantu adalah mendevelop dan memperbaiki kepribadian dan sikap mental mereka, membuat kriteria baru pasangan mereka, buat target dan tentukan dead line nya,.......... selanjutnya berdoa dan minta bantuan dan bimbingan Tuhan.
Manusia hanya dapat berusaha (usaha secara benar dan maksimal), tapi Tuhan yang menentukan,.......... selamat tinggal Perawan Tua dan Bujang Lapuk, engkau tidak layak untukku.